09 Sep 2010 02:09 PM
HomeBeritaArtikelKlasemenForumGuestbookGaleriJadwalKontakSitemap
Persib Bandung
Kilas Balik
Organisasi
Prestasi
Official 2009
Skuad 2009
Liga Intern
Persib Junior
Liga Indonesia
Sejarah
Tim Peserta
Copa Indonesia
Kota Kembang
Tempo Doeloe
Wisata
Direktori
Pernak Pernik
Wallpaper
PocketPC Themes

25 Jun 2010 05:06 PM
Pengirim: shevagusti

Sepakbola kita di masa depan
Penulis: Sansheva Abracadabra

ISL memang sudah berakhir musim ini. Namun wacana mengenai ISL musim depan mulai memanas. Seputar Transfer Pemain, pelatih, hingga mengenai format ISL itu sendiri. Walaupun masih ada kejuaraan Piala Indonesia yang masih menginjak babak 8 besar.

Namun, untuk memperbaiki kualitas kompetisi ISL itu sendiri. Saya menyarankan agar BLI melakukan terobosan baru.

Pertama, mengenai jadwal pertandingan, sudah selayaknya ISL digelar pada tiap akhir pekan. Ini dilakukan supaya semua lapisan masyarakat bisa menikmati pertandingan-pertandingan dan mendukung tim kesayangannya. Ini juga dilakukan agar menciptakan kualitas pertandingan yang semakin baik pula dan fisik para pemain lebih bugar, karena hanya bermain 1x dalam seminggu. BLI pun sudah selayaknya mengatur jadwal serapih mungkin, agar tidak bentrok dengan ajang Internasional yang melibatkan para pemain yang mengikuti seleksi TIMNAS. Apabila jadwal sudah ditetapkan, namun terjadi halangan yang menyebabkan pertandingan tersebut tidak bisa digelar pada waktunya ( misalkan karena faktor keamanan dan masalah perizinan dari kepolisian ), maka BLI bisa memindah jadwal tersebut ke MidWeek ( hari Rabu atau Kamis ).

Kedua, mengenai Hak Siar TV. Saya menyarankan agar stasiun TV Lokal untuk bisa menayangkan siaran Langsung tim daerahnya masing-masing. Itu demi menjaga Sportivitas dan kualitas pertandingan, agar tidak terjadi kecurangan-kecurangan yang menguntungkan salah satu tim. Dan Siaran Langsung ISL ditayangkan 4x, yaitu tiap hari Sabtu dan Minggu

Ketiga, akan lebih baik apabila Bola yang digunakan di ISL di tiap musim agar diganti dengan Bola dengan Rancangan orang-orang pribumi. Mengingat Bola yang dipakai selama Piala Dunia adalah bola yang dibuat di daerah Majalengka.

Keempat, agar BLI bisa bertindak Lebih Tegas dalam menegakkan peraturan. Terutama bagi Tim-tim yang suporternya berulah. Caranya adalah dengan pengelolaan suporter yang profesional dan sosialiasi Fair Play sejak dini.

Kelima, saya menyarankan agar BLI menetapkan peraturan mengenai Pemain Asing. Saya menyarankan agar pemain asing di tiap klub, maksimal hanya 3 orang, atau bahkan tidak sama sekali. Ini demi membudidayakan pemain-pemain lokal agar tercipta TIM NASIONAL yang berkualitas pula. Karena banyak pemain-pemain muda kita yang berpotensi menjadi pemain bintang.
Karena selama ini, kita kesulitan mencari 22 org pemain diantara 220 juta penduduk Indonesia untuk membela Timnas. Yang akibatnya, prestasi timnas makin hari makin merosot aja, karena tidak ada regenerasi pemain.

Saya mengharapkan agar kualitas kompetisi dan timnas sepakbola kita meningkat. Katanya mau masuk PIALA DUNIA ???????

Semoga Artikel ini dibaca dan didengar oleh para petinggi sepakbola kita, wabil khususon Yth. Ketua Umum PSSI dan Direktur BLI.



Komentar: 9

dewi_cinta30 Jul 2010 09:07 AM
secara garis besar saya sangat setuju dengan ide-ide yg d sampaikan, tapi untuk masalah pemain asing biar bagaimanapun dalam sepakbola profesional itu mutlak diperlukan termasuk diseluruh liga profesional yg ada d dunia. kalaupun timnas kita bermasalah itu karena pengembangan bibit-bibit sepakbola kita yang belum maksimal diluar berbagai masalah yg ada di PSSI bukan karena keberadaan pemain asing.

rudi_choung06 Jul 2010 04:07 AM
Satuju lah, pemain asing maksimal 3 saja. pilih gengsi atau kualitas. yang perlu dari asing adalah pelatih lisensi A Pro Eropa dan Wasit juga kalau perlu. supaya kualitas pendidikan meningkat dan cedera pemain berkurang. Semua bisa terlaksana asal ada niat dan satu lagi NURDIN MUNDUR.

Redma01 Jul 2010 06:07 PM
Sy juga setuju pemain asing dibatasi, 3 cukuplah. Mendingan perbanyak pelatih asing. Tidak hanya pelatih kepala, tapi sampai pelatih fisik dan teknik, supaya pelatih kita banyak belajar plus teknik pemain lokal meningkat.

arlyn01 Jul 2010 12:07 PM
Saya setuju masalah pemain asing dibatasi, karena sejauh ini, idelaisme untuk bisa "menyerap" ilmu dari para pemain asing tidak berjalan dengan baik. Yang ada malah para tim peserta ISL mencari pemain asing hanya untuk menjadi kampiun sesaat (instant), bukan diserap ilmu-nya. Hasilnya: TimNas kita kedodoran (terutama re-generasi STRIKER), karena jarang striker2 lokal mendapat tempat jadi pemain utama.. SELALUUUUU pemain asing yang berduet jadi striker..

alrasyid30 Jun 2010 11:06 AM
Kudu aya kahayang supaya jadi maju weh intinamah ti para pangurus nu ngajedog di PSSI ulah pabeulit jeung duit wae ngurus Sepakbola teh...




Komentar-Komentar lainnya...

Back to the top